Kamis, 12 Februari 2015

RAMUAN HERBAL ALTERNATIF PANGOBATAN ALAMI


idup sehat tanpa mengalami gangguan kesehatan adalah dambaan setiap orang. Terlebih di era modern seperti saat ini yang menuntut setiap orang selalu aktif berkarya dan berprestasi. Oleh karma itu, kesehatan sangat penting kmenjadi “barang berharga” yang perlu di rawat.
Pada dasarnya, ada empat factor utama menentukan kesehatan seseorang, yaitu pola hidup, kondisi lingkungan, mutu pelayanan kesehatan yang tersedia, dan factor hereditas(keturunan). Dari empat factor terseburt, pola hidup memegang peranan terbesar dalam menentukan kualitas kesehatan. Penerapan pola hidup alami dengan memperhatikan dan menerapkan gaya hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari tentu dapat meningkatkan kualitas kesehatah\n.
Kehidupan modrn menuntut seseorang bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Hal tersebut membuat manusia berada dalam kondisi kelelahan, kurang tidur, stress, dan depresi yang menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Akhirnya, tubuh rentan terserang penyakit. Selain itu, kondisi lingkungan yang buruk, seperti polusi pada iklim juga menahan daya fungsi kerja system imun dalam melindungi  tubuh dari berbegai macam penyakit.
Gaya hidup kembali ke alam (back to nature) yang menjadi tren saat ini membawa masyarakat kembali memanfaatkan bahan alam, termasuk pengobatan dengan tumbuhan berkhasiat (herbal). Sebenarnya, penggunaan herbal sudah lama dikenal masyarakat Indonesia sebagai salah satu upaya mengatasi masalah kesehatan.
Selain lebih ekonomis, efek samping ramuan herbal sangat kecil. Yang harus diingat, waspadalah dengan beredarnya jamu-jamu tradisional dalam kemasan yang mengklaim sebagai obat herbal alami karma banyak yang dicampur dengan obat kimiawi. Kamu tersebut dapat menimbulkan efek samping dan kerusakan organ sehingga justru membahayakan konsumen. Oleh karma itu, penggunaan obat herbal alami dengan formulasi lebih aman dan efektif.
Agar pemanfaatan herbal menghasilkan pengobatan efektif, berikut ini petunjuk pemanfaatannya :
  1. Cuci simplisia tumbuyhan obat (herbal) dengan air mengalir sampai bersih.
  2. Segera gunakan herbal segar yang telah bersih untuk pengobatan. Jika bahannya besar atau tebal, sebaiknya potong-potong tipis agar saat perebusan zat-zat yang terkandung didalamnya mudah keluar dan meresap dalam air rebusan. Untuk herbal yang akan disimpan, keringkan dahulu setelah dicuci agar tahan lama dan mencegah pembusukan oleh bakteri dan jamur. Bahan kering (Silmplisia) juga lebih mudah dihaluskan untuk dijadikan serbuk (bubuk). Pengeringan dapat langsung di bawah sinar matahari atau memakai pelindung. Dapat juga diangin anginkan, tergantung ketebalan atau kandungan airnya.
  3. Seduh langsung bahan yang te;lah dijadikan bubuk (serbuk) dengan air panas atau mendidih.
  4. Untuk bahan yang keras dan sukar diekstrak, sebaiknya hancurkan dan rebus terlebih dahulu sekitar 10 menit sebelum dimasukan bahan lain.
  5. Gunakan air tawar atau bersih dan tidak mengandung zat kimia berbahaya untuk merebus. Pastikan jumlahnya cukup sehingga seluruh bahan berkhasiatobat terendam sekitar 3 cm.
  6. Untuk merebus bahan berkhasiat obat , gunakan wadah yang terbuat dari periuk tanah (keramik), panic enamel, atau panic beling. Jangan menggunakan wadah dari logam seperti besi, alumunium, dan kuningan. Logam mengandung zat iron trichloride dan potassium ferrycianide. Zat tersebut menimbulkan endapan pada air pada air rebusan yang menurunkan efektivitas tumbuhan obat dalam mengobati penyakit. Selama perebusan, jangan terlalu sering membuka tutup wadah agar kandungan minyak atsirinya tidak mudah hilang.
  7. Gunakan api jenis herbal yang di rebus
    • Api kecil : Gunakan untuk merebus herbal yang berkhasiat sebagai tonikum, seperti gingseng  dan jamur ling zhi agar kandungan aktifnya terserap kedalam air rebusan (rebus sekitar 2 jam). Api kecil dengan waktu perebusan yang lama juga di gunakan herbal yang mengandung toksin, seperti mahkota dewa agar kandungan toksinnya berkurang.
    • Api besar: Gunakan untuk merebus herbal (simplisa) yang berkhasiat diaforetik (mengluarkan keingat) dan mengandung banyak minyak atsiri, seperti daun mint, cengkeh, dan kayu manis. Setelah air mendidih, masukan bahan dan rebus sebentar. Dengan cara ini, kandungan atsirinya tidak banyak berkurang karma proses penguapan yang berlebihan.
8.       Jika tidak ada ketentuan lain, perebusan dianggap selesai saat air tersisa setengah dari jumlah semula, missal 800 cc menjadi 400 cc. Jika bahan yang direbus kebanyakan berupa bahan keras seperti biji atau batang maka air rebusan sisakan sepertiganya, misalnya dari 600 cc menjadi 2000 cc.
9        Jika menggunakan bahan kering, umumnya dosis setengah dari jumlah bahan segar. Misalnya, pemakaian daun sendok segar pemakaiannya 30 gr dan kering 15 gr.
10    Pastikan dosis tumbuhan obat sesuai dengan yang dianjurkan. Umumnya, 1 resep tumbuhan obat dibagi untuk 2 kali minum sehari. Sisa ampas rebusan

             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar